A.
AZAS KEBUTUHAN
Banyak para ahli
mengemukakan pengertian kebutuhan diantaranya Sudjana (1991) kebutuhan adalah
sesuatu yang harus dipenuhi. Pendapat yang lain mengemukakan kebutuhan adalah
jarak antara hal yang diinginkan dengan kenyataan yang ada.
Berdasarkan pendapat
yang dikemukakan tersebut dapatlah diambil semacam kesimpulan bahwa kebutuhan
itu dalam kehidupan manusia adalah sesuatu yang pokok yang sangat perlu untuk
dipenuhi, jika tidak kehidupan seseorang akan terancam dan orang tersebut tidak
merasa puas dan bahagia. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari pemenuhan
kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang sangat pokok sekali, makanya kebutuhan
akan makan merupakan kebutuhan yang pertama sekali dipenuhi seseorang sebelum
orang itu memenuhi kebutuhan lainnya. Kemudian kebutuhan yang juga merupakan
kebutuhan yang paling penting pula dalam kehidupan manusia adalah kebutuhan
akan pekerjaan, karena pekerjaan ini adalah sebagai kunci untuk dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Teori kebutuhan yang
terkenal dikemukakan oleh Maslow (1971). Berdasarkan teorinya, ia mengemukakan
hierarki kebutuhan atau tingkatan kebutuhan. Orang memenuhi kebutuhan dari
kebutuhan yang paling bawah, kemudian apabila sudah terpenuhi, maka orang akan
meningkat lagi kepada kebutuhan yang di atasnya. Kebutuhan-kebutuhan yang
dikemukakan Maslow:
1.
Kebutuhan pisik, seperti makan, minum, pakaian,
adalah yang pokok sekali,
2.
Kebutuhan rasa aman, manusia membutuhkan
ketentraman, lepas dari gangguan alam dan lingkungan sosial, terhindar dari
ancaman,
3.
Kebutuhan rasa memiliki (sense of belonginis),
setiap orang ingin hidup berkawan, bergaul dengan lingkungan sosial dan lebih
jauh ingin cinta dan memiliki,
4.
Kebutuhan akan penghargaan, setiap orang ingin
dihargai, dihormati, hasil pekerjaannya ingin dapat perhatian orang lain,
5.
Kebutuhan yang paling tinggi adalah kebutuhan
akan perwujudan diri (self actualization), orang akan merasa puas apabila ia
telah dapat mewujudkan dirinya, menampilkan bakat-bakat dan kemampuan yang
dimiliki. Kebutuhan akan perwujudan diri ini dimiliki oleh masyarakat yang
mempunyai status yang tinggi.
Bagi orang dewasa yang berada di luar sekolah mereka akan
mau diajak berpartisipasi dalam suatu kegiatan apakah kegiatan belajar atau
usaha pemberian keterampilan jika kegiatan yang dipelajari itu betul-betul
merupakan kebutuhan mereka. Makanya sebelum membelajarkan orang dewasa langkah
awal yang dilakukan adalah identifikasi kebutuhan. Beranjak dari pengenalan
kebutuhan orang dewasa itu maka barulah kita merancang kegiatan pembelajarannya
kemudian baru dilaksanakan.
B.
AZAS PENDIDIKAN SEPANJANG HAYAT
Pendidikan sepanjang
hayat (life long education) yang dimunculkan dalam dunia pendidikan pada tahun
enam puluhan oleh para perencana pendidikan, sebenarnya telah merupakan
fenomena yang alamiah dalam kehidupan manusia. Kenyataan ini memberi petunjuk
mengenai pentingnya belajar sepanjang hayat (life long learning) di dalam
kehidupan manusia di dalam upaya memenuhi kebutuhan belajar (educational
needs). Dapat dikemukakan secara singkat bahwa kehadiran pendidikan sepanjang
hayat disebabkan oleh munculnya kebutuhan belajar dan kebutuhan pendidikan yang
terus tumbuh dan berkembang selama alur kehidupan manusia. Pendidikan sepanjang
hayat sebagaimana yang dijelaskan oleh Unesco, memberikan arah terhadap PLS
agar jalur pendidikan ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip
v Pendidikan
hanya berakhir apabila manusia telh meninggal dunia yang fana ini
v Pendidikan
luar sekolah merupakan motivasi yang kuat bagi peserta didik untuk berperan
dalam merencanakan dan melakukan kegiatan belajar secara terorganisasi dan
sistematis.
v Kegiatan
belajar ditujukan untuk memperoleh, memperbaharui dan atau meningkatkan pengetahuan,
sikap, ketrampilan dan aspirasi yang telah dimiliki oleh peserta didik atau
masyarakat berhubung dengan adanya perubahan yang terus-menerus sepanjang
kehidupan.
v Pendidikan
memiliki tujuan-tujuan berangkai dalam mengembangkan kepuasan diri setiap insan
yang melakukan kegiatan belajar.
v Perolehan
pendidikan merupakan prasyarat bagi perkembangan kehidupan manusia, baik intuk
memotifasi diri maupun untuk meningkatkan kemampuannya agar manusia melakukan
kegiatan belajar guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
v Pendidikan
luar sekolah mengakui eksistensi dan pentingnya pendidikan sekolah.
Pendidikan sepanjang
hayat menegaskan bahwa saat untuk mengalami pendidikan adalah seumur hidup dan
sepanjang jaga. Tujuan pendidikan sepanjang hayat adalah tidak sekedar untuk
adanya perubahan melainkan untuk tercapainya kepuasan diri pihak yang
melakukannya. Fungsi pendidikan sepanjang hayat adalah sebagai kekuatan untuk
memotifasi bagi peserta didik agar ia dapat melakukan kegiatan belajar
berdasarkan dorongan dan arhan dari dirinya sendiri dengan cara berfikir dan
berbuat di dalam dan terhadap dunia kehidupannya. Dengan demikian dorongan yang
timbul dari dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan belajar selama
hayatnya merupakan prasyarat untuk terjadinya pendidikan sepanjang hayat.
C. AZAS
RELEVANSI
Asas relevansi dengan pengembangan
masyarakat mengandung 2 makna. Pertama, bahwa kehadiran pendidikan luar sekolah
di dasarkan atas tuntutan dengan pengembangan masyrakat. Sebagaimana telah
dikemukakan pada bahagian terdahulu bahwa pendidikan luar sekolah merupakan
subsistem dari sistem pendidikan nasional. Pendidikan luar sekolah juga sngat
penting keberadaannya dalam masyarakat. Kedua, program-program pendidikan luar
sekolah berfungsi untuk menggarap sumber daya manusia dan dalam laju
pengembangan masyarakat. Banyak kegiatan-kegiatan pendidikan luar sekolah di
dalam masyarakat secara keseluruhan mengembangkan sumber daya manusia. Misalnya
adanya kelompok-kelompok belajar dalam masyarakat, pendidikan kesetaraan(paket
A,B,C), pendidikan ke agamaan dimesjid-mesjid dan banyak lagi yang lain,
kegiatan pendidikan luar sekolah baik terprogram maupun yang tidak terprogram.
Pengembengan masyarakat
mempunyai tujuan untuk terjadinya:
1.
Peningkatan kualitas hidup dan kehidupan
masyarakat
2.
Pelesrtarian dan peningkatan kualitas
lingkungan,
3.
Terjabarnya kebujaksanaan dan program
pembangunan nasional di masing-masing pedesaan, dengan menitik beratkan pada
prakarsa masyarakat itu sendiri. Dengan demikian pengembangan masyarakat
merupakan upaya wajar yang didasarkanatas kebutuhan individual masyarakat, dan
pemerintah serta potensi-potensi yang tersedia atau dapat disediakan untuk
mewujudkan kemajuan masyarakat. Pengembangan masyarakat dapat ditinjau dari
segi sistem dan gerakan. Sebagai sistem pengembangan masyarakat adalah bagian
dari supra sistem pembanguna nasional. Pengembangan masyarakat mencakup
komponen-komponen yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya dan
berproses untuk mencapai tujuan. Komponen-komponen pengembangan masyarakat
mencakup masukan lingkungan, masukan sarana, masukan mentah, proses dan
keluaran. Masukan lingkungan terdiri atas sumber daya manusia dan sumber daya
alam yang terdapat dalam masyarakat. Masukan sarana meliputi program,
fasilitas, pengelolaan dan biaya. Masukan mentah adalah seluruh warga
masyarakat diwilayah yang bersangkutan. Proses terdiri atas rangkaian kegiatan
semua komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Keluaran yang
merupakan tujuan sistem adalah kualitas masyarakat yang lebih meningkat dalam
semua aspek kehidupan dan terbinanya lingkungan yang lestari dan kondusif untuk
upaya pengembangan selanjutnya.Dengan demikian pengembangan masyarakat sebagai
sistem merupakan bagian intergral dari pembangunan nasional.
Sebagai gerakan, pengembangan
masyarakat mengandung arti sebagai usaha sadar dan terarah yang
diselenggarakan, oleh untuk dan dalam masyarakat, dalam upaya merubah taraf
kehidupan mereka sendiri ke arah yang lebih baik. Dalam pengertian ini anggota
masyarakat dalam kesatuan wilayah, bersama sama melibatkan diri dalam proses
perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut gegiatan pembangunan nutuk memenuhi
kebituhan dan kepentingan bersama. Jenis dan keragaman kegiatan ditentukan atas
dasar prakarsa masyarakat itu sendiri, sedangkan peranan pihak luar dititik
beratkan pada upaya membantu masyarakat agar mereka dapat membangun dirinya
sendiri.
D. AZAS
WAWASAN KE MASA DEPAN
Masa depan sebagai
kurun waktu yang akan dialami oleh umat manusia, merupakan saat yang sarat
dengan harapan dan pertanyaan. Di satu pihak bahwa suatu individu, masyarakat dan
bangsa mengharapakan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Segala upaya yang
dilakukan saat ini pada dasarnya ia lah untukmencapai kehidupan masa yang akan
datang yang keadaannya diharapkan lebih baik dari yang dialami pada masa
sekarang. Dilain pihak keadaan lebih baik di masa depan itu sulit untuk
dipastikan karena kurun waktu tersebut berada diluar pengalaman manusia.
Walupun demikian masa depan itu masih sangat belum pasti, tapi kita harus sudah
dapat memprediksi dari kecendrungan-kecendrungaqn yang terjadi saat sekarang.
Masad depan itu ditandai dengan adanya ciri-ciri antara lain: kecendrungan
globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, arus komunikasi yang
semakin cepat dan padat, serta penigkatan pelayanan yang professional.
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kegiatan
pendidikan luar sekolah sudah sewajarnya memperhatikan ciri-ciri tersebut, dan
berusaha mengembangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
masa depan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar